Dirkamsel Korlantas Polri : Solidaritas Sosial di Masa Pandemi Covid-19 Terus Digalakkan

Jakarta – Transportasi merupakan salah satu sektor yang terkena imbas pandemi covid-19 paling besar. Sekitar lebih dari 50 persen, armada transportasi tak beroperasi setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan corona.

Sejumlah pengusaha transportasi mengaku terpukul dengan keadaan tersebut. Mereka meminta kepastian hukum regulasi atas bisnis transportasi dan hak ekonomi saat mengikuti diskusi bertema “Menyelamatkan Layanan Transportasi Angkutan Umum Dari Dampak Covid-19 yang digelar INSTRAN (Institut Studi Transportasi) via online”.

Menanggapi hal itu, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana memahami beratnya tekanan yang dihadapi oleh para pelaku usaha dan awak angkutan umum terlebih karena belum adanya kepastian.

“Perlu ada suatu pemikiran bersama karena ini suatu bentuk diskresi, jadi petugas di lapangan tidak ragu dalam mengambil keputusan sehingga perlu ada keputusan yang jelas,” jelas Chryshnanda.

Menurut Chryshnanda, kepolisian berusaha semaksimal mungkin karena bersama-sama memerangi penyebaran wabah Covid-19. Pada kondisi seperti ini, lanjut dia, kita bisa belajar banyak, salah satunya adalah masukan mengenai sistem data patut menjadi pembelajaran bersama karena memang sangat penting.

“Polisi berusaha membangun solidaritas sosial sebagai bentuk dari kepekaan, kepedulian, empati dan bela rasa. Bukan tentang benar dan salah, tetapi apa yang bisa kita berikan, mari lakukan. Bukan sekedar memberikan BLT, tetapi ini merupakan suatu kepedulian dari program keselamatan. Artinya, ada pesan moral yang ingin disampaikan, bahwa secara moral kita tetap harus memberikan semangat, harapan, dan pesan-pesan keselamatan,” jelas dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.