Dua Hari Terseret Arus Aliran Sungai Brantas, Bocah Asal Mojo Ditemukan Tewas di Bendungan Gerak Waruturi

BA¦MS (12) bocah asal Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, yang dikabarkan hilang terseret aliran Sungai Kali Brantas sejak 2 hari yang lalu, Kamis dini hari (4/5) ditemukan tewas di Bendungan Gerak Waruturi Desa/Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.

Kapolsek Gampengrejo AKP Slamet melalui Kasi Humas Polsek Gampengrejo Aiptu Suyitno menuturkan, penemuan mayat laki-laki itu sebelumnya pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Polsek Mojo.

“Sebelumnya kami telah menerima laporan dari Polsek Mojo jika ada anak yang terseret arus Sungai Kali Brantas, saat mandi,” tutur Kasi Humas.

Korban saat ditemukan mengapung tersangkut di Bendungan Gerak Waruturi kondisi tertelungkup. Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Dalam pencarian selama dua hari itu juga melibatkan Tim Sar Kediri.

“Tidak ada tanda bekas luka akibat penganiayaan di tubuh korban. Korban juga sudah diambil oleh keluarga korban bersama petugas Polsek Mojo,” terang Aiptu Suyitno.

Diketahui, Selasa (2/5) korban bersama 7 temannya mandi di Sungai Kali Brantas. Pada saat mandi di sungai itu tiba-tiba aliran Sungai Kali Brantas mengalami peningkatan. Korban terseret arus sungai Kali Brantas.

Kemudian teman-teman korban yang tidak berani menolong korban langsung pulang. Dan memberitahu kepada keluarga korban serta dilaporkan ke Polsek Mojo. (gar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.