Manfaatkan Penyaringan Air Jaman Penjajah Untuk Sarana Air Bersih 

BA¦Upaya untuk mewujudkan wilayah lereng Gunung Kelud tidak kekurangan air bersih dilakukan oleh Hengki Dwi Setiawan, Kepala Desa/Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

Pria berusia 31 tahun ini memanfaatkan penyaringan air tinggalan jaman penjajah untuk sarana air bersih.

Tempat penyaringan itu berada di Dusun Laharpang dan Desa Puncu. Dalam pengerjakaannya melibatkan warga setempat untuk kepentingan bersama memperbaiki penyaringan filter air.

Sebelum diperbaiki dan dimanfaatkan oleh warga. Penyaringan air itu sempat dijadikan tempat sampah oleh warga sekitar. “Kami melibatkan semua warga untuk memperbaiki penyaringan itu,” tutur Kades Puncu, Rabu (26/4).

Menurut bapak satu anak ini. Di Desa Puncu, masih kekurangan air bersih dan masih menggunakan PDAM. Pengerjaan saluran air bersih itu segera digunakan maka warga tidak akan kesulitan air bersih.

“Di Desa Puncu ada 20 lebih tandonan air. Bila saluran ini terwujud maka warga akan merasakannya, ” harapnya.

Tidak hanya mewujudkan sarana air bersih. Di Desa Puncu juga termasuk bagian terdampak erupsi gunung Kelud pada tahun 2014 lalu. Mayoritas warga Desa Puncu bekerja sebagai petani.

Hengki kini berupaya mengumpulkan para pemuda dalam organisasi karang taruna di desanya. Para pemuda itu akan dijadikan tim siaga bencana alam dan membantu warga. (gar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.