Polisi Amankan Dua Orang Bocah Terlibat Tawuran di Pasar Karuwisi Makassar

Makassar – Tawuran kembali terjadi antara kelompok pemuda Jalan Sepakat dan Jalan Sejiwa, Kota Makassar, pada Rabu (11/11/2020) dini hari. Tawuran berlangsung di tengah kawasan pasar Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang.

Diketahui tawuran dipicu oleh pemuda Jalan Sepakat yang masuk ke area pasar dan melempar rumah warga, hingga atap rumah rusak.

Tak hanya melempar rumah penduduk sekitar, para pelaku tawuran juga mengacak-acak isi pasar tradisional tersebut. Tempat dagangan pun dijadikan sebagai tameng para pelaku. Dari situ, pemuda Jalan Sejiwa terpancing sehingga aksi saling serang menggunakan batu dan anak panah pun tak terhindarkan.

Di lokasi, polisi terpaksa harus menembakkan gas air mata agar dapat membubarkan dua kubu pemuda yang sedang tawuran. Setelah dibubarkan, tim gabungan dari Reserse Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang dan tim Penikam Polrestabes Makassar melakukan penyisiran di lokasi mencari pelaku.

Tidak lama melakukan penyisiran, polisi pun mengamankan dua bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni inisial MF (14) dan MA (14). Mereka diamankan saat bersembunyi tidak jauh dari lokasi tawuran. Selain dua bocah yang diamankan, polisi juga membawa satu unit kendaraan roda dua diduga milik pelaku tawuran yang ditinggal kabur.

Saat diamankan salah satu bocah itu sempat mengelabui polisi dengan mengatakan dirinya tidak terlibat dalam tawuran, melainkan pulang dari masjid.

“Tidak ikutka saya pak, bisanya itu, saya ini orang salat masa ikutka (tawuran),” kata dia sembari digiring ke mobil patroli polisi.

Namun, setelah diinterogasi lebih dalam, akhirnya kedua bocah itu pun mengakui bahwa dirinya terlibat dalam perang antar kelompok itu. Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim mengatakan, kedua bocah itu sementara diamankan ke polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas melakukan penyisiran di lokasi, melihat polisi kedua pelaku ini lari, tapi dengan cepat bisa diamankan. Awalnya tidak mengakui setelah disuruh jujur, baru dia bilang,” ucap Halim.