Tim Satgas Pangan Polres Kediri Amankan Penjual Jamu Racikan

BA¦ Tim Satgas Pangan Pidana Khusus Satreskrim Polres Kediri, Rabu (31/5) menggerebek sebuah rumah produksi peracik jamu racikan merek Singa Banteng di Dusun Sukomrambil, Desa Bedali Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri.

Dalam penggrebekan itu petugas berhasil mengamankan satu pelaku pemilik usaha jamu. Pelaku yang diamankan petugas ialah Imam Sutikno.

Wakapolres Kediri Kompol Ariek Indra Sentanu menuturkan, sebelum menangkap pelaku itu pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat jika ada rumah produksi jamu racikan ilegal dan melakukan penyelidikan.

“Tim Satgas Pangan melakukan serangkaian penyelidikan terkait informasi adanya jamu ilegal itu,” tutur Wakapolres.

Dalam penyelidikan membuahkan hasil. Petugas berhasil mengamankan pelaku pemilik usaha jamu racikan itu yakni Imam. Tidak hanya itu petugas juga mengamankan barang bukti alat produksi.

“Pelaku memproduksi jamu racikan di samping rumahnya.  Dan saat dicek jamu racikan itu ternyata ilegal,” terang Kompol Ariek.

Barang bukti yang diamankan petugas itu ialah, 98 botol jamu racikan merek Singa Banteng untuk mengobati flu  tulang, 19 botol jamu racikan untuk mengobati asam urat, 3, pack gelas plastik baru, 7 bandel merek asam urat, 6 bandel flu tulang, 1 kompor dan tabung gas, dan 1 galon ramuan jamu siap kemas.

Tidak hanya itu, 1 galon jamu habis masak, 1 botol mentol, 2 bungkus rempah-rempah bahan jamu, 5 pewarna makanan, 1 stempel cap kadaluwarsa, 1 pack plastik segel, 1 keresek tutup botol dan 1 mesin.

“Barang bukti itu kami amankan. Sedangkan pelaku saat ini dimintai keterangan,” jelas Wakapolres.

Dikatakan Kompol Ariek, pelaku mengaku memproduksi jamu racikan sejak tahun 2001. Pelaku mengedarkan jamu itu ke wilayah Kabupaten Kediri dan dititipkan di warung dan toko peracangan.

“Pelaku ini setiap bulannya memproduksi 1000 botol jamu racikan. Pelaku menjalankan bisnis ini sudah 15 tahun,” kata Kompol Ariek.

Kompol Ariek mengungkapkan, pelaku nekat bisnis jamu racikan ini awalnya ikut salah seorang penjual jamu rempah-rempah. Setelah lihai meracik jamu, pelaku membuka usaha sendiri.

“Dalam kemasan label jamu ini banyak yang janggal. Pelaku kami jerat pasal pasal 142 UU RI nomer 18 tahun 2012 tentang pangan,” ungkap Wakapolres Kediri. (gar)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.