Unsur Tripika Mamajang Laksanakan Operasi Yustisi, 254 Pelanggar Protkes Ditemukan

 

Bidaknet.com- Makassar ——— Keseriusan Pemerintah dalam menyikapi Pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes) semakin di tingkatkan. Bukti Pemerintah Kota Makassar, khususnya Unsur Tripika Kecamatan Mamajang kian memperketat penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, bahkan menyiapkan sanksi denda hingga pidana kepada para pelanggar.

Terlebih saat ini jajaran TNI/Polri, kejaksaan, dan Satpol PP turut dilibatkan dalam Operasi Yustisi untuk menindak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Pihak Personil Gabungan Unsur Tripika yakni Polsek Mamajang, Koramil 1408-06 Mamajang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Mamajang melaksanakan kegiatan operasi yustisi himbauan atau pencegahan dan Penindakan hukum PERWALI No. 51dan 53 Tahun 2020 sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid- 19. (Kamis, 17/9/2020), Pagi.

Pelanggar Protkes di Makassar menjadi Prioritas, bahkan akan dikenakan Sanksi Pidana demi meminimalisir Kasus COVID-19.

Fadly Wellang Camat Mamajang mengatakan, Operasi Yustisi ini berbeda dengan razia yang dilakukan satuan tugas selama ini. Tindakannya jauh lebih tegas. Sanksi denda langsung diterapkan jika kedapatan melanggar protokol kesehatan. “Operasi Yustisi ini jauh lebih tegas. ini gabungan, sehingga memungkinkan langsung dikenakan denda,” tegas Fadly.

Dia mencontohkan jika di sebuah kafe atau warung kopi ada yang melanggar protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker, tidak ada jaga jarak, tidak menyediakan sarana cuci tangan atau handsanitizer maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas. Untuk saat ini di wilayah Kecamatan Mamajang sudah 254 pelanggar kami temukan dilapangan dan akan dikenakan sanksi.

Penerapan sanksi denda bagi pelaku usaha, kata Sabri, dilihat dari jenis usahanya. Paling tinggi untuk jenis usaha perhotelan diberlakukan denda maksimal Rp20 juta. Itu sesuai yang tercantum dalam Perwali 51/2020.

Bahkan, kata Sabri, sanksi pidana bisa saja diterapkan. Itu pun jika pelaku usaha terus membandel dan selalu saja melanggar protokol kesehatan. Hanya saja sanksi itu merupakan ranah kepolisian. Tidak diatur dalam perwali.

Sementara Kapolsek Mamajang mengatakan “operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ini merupakan intruksi langsung Presiden RI Joko Widodo. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, ini sudah dibarengi dengan denda, ketika masih dilakukan maka penutupan. Tapi kembali dilakukan maka dikenakan pidana. Bentuk pidananya itu nanti kepolisian yang menentukan,” tutur Akp. Ivan Wahyudi,.SH,.SIK.

“Operasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kedisiplinan warga agar selalu menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah guna menekan angka penyebaran covid-19. Kami siap membantu dan turun tangan backup dalam pelaksanaan operasi tersebut”, tegas Mayor Baso Daeng Danramil 1408-06 Mamajang saat mendampingi proses operasi digelar.

Laporan: Sufri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.