BA¦Semakin maraknya berita bohong atau hoax yang beredar dilapisan masyarakat kota sampai pedesaan melalui media sosial, Pewarna terpanggil untuk melakukan edukasi dikalangan komunitas Nasrani, dimana kelompok yang diketuai seorang pendeta supaya tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan postingan dimedia sosial, yang menggiring mereka kepersoalan yang isinya tidak sejalan dengan kebijakkan pemerintah, diantaranya penolakkan terhadap program vaksinasi dan sikap sikap yang yang mengarah keperpecahan antar umat beragama.
Hal ini disampaikan oleh Douglas dan Andreas Bond didepan seluruh jamaat salah satu gereja yang berada dikawasan pedesaan tepatnya diwilayah kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Pewarna mengajak seluruh jemaat bahkan seluruh umat Kreistiani untuk bijak didalam menggunakan media sosial, baik itu FB atau WA yang beranggotakan komunitas.
Biasakan untuk mengkaji ulang setiap berita atau postingan yang akan kita buat, juga yang akan kita terima, bahkan apa yang akan kita teruskan untuk orang lain, hendaknya selalu waspada dan berhati hati, karena muatan atau konten itu bisa bersifat provokasi yang mengarah kepaham radikalisme atau tidak sesuai dengan keBhinekaan yang berdasarkan Pancasila. Jelas Doglas salah satu wartawan Pewarna ditengah kunjungan ke Jemaat Pantekosta kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Hal ini disambut baik oleh pemimpin umat Kreistiani Gereja Pantekosta pendeta Gidion STh.
“Kami sangat berterima kasih, karena masih ada yang mengingatkan kami, agar kita lebih berhati hati didalam bermedia sosial.”
Dengan maraknya postingan yang kebenaranya tidak dapat dipertanggung jawabkan atau yang lebih dikenal dengan HOAX atau berita bohong, Perwarna berharap dengan gerakan peduli anak bangsa ini, siap masyarakat semakin dewasa didalam menyikapi persoalan yang menyangkut kerukuanan umat beragama dan menangkal faham Radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila.
Himbauan senada juga disampaikan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kami juga mengimbau masyarakat, jangan mudah percaya pada berita-berita yang bersifat negatif, berita bohong (hoak) dan provokatif, serta jangan mudah diadu domba oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan peka dan peduli pada lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan serta mengenali tetangga samping rumah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis.
